Membangkitkan Kegiatan UMKM Di Era Pandemi Covid-19

WHO telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, Covid-19 telah menyebar di lebih duaratus negara dengan jumlah orang yang terjangkit sudah mencapai 2.940.712 kasus dan kematian sekitar 203.814 orang.

Memperhatikan perjalanan Covid19 di Cina nampaknya episentrum di Eropa dan Asia juga baru akan reda setelah 3 sampai 5 bulan. Penambahan orang yang terinfeksi dapat dikurangi dengan berbagai usaha dan salah satu yang dilakukan pemerintah adalah penutupan kota atau wilayah.

Resiko yang timbul

Penutupan wilayah akan mempengaruhi perdagangan dan yang daya tahannya paling lemah adalah UMKM. Banyak perusahaan besar yang hanya akan dapat bertahan 6 bulan sampai 1 tahun, meski kegiatan menurun atau berhenti namun usaha mikro jika tak melakukan kegiatan 3 sampai 4 hari saja, maka modalnya akan habis termakan. Begitu pula pekerja lepas harian yang hanya mendapat penghasilan jika bekerja, jika tak ada kegiatan tak akan dapat memberi makan keluarganya.

Sekiranya terjadi penutupan wilayah apa yang dapat dilakukan untuk pegusaha UMKM serta pekerja lepas ini. Tak ada yang akan mampu memberi dukungan penuh selema beberapa bulan karena jumlah mereka jutaan orang.

Upaya yang paling masuk akal adalah melakukan diversivikasi usaha. Jika terjadi penutupan wilayah maka kegiatan perdagangan sembako dan kebutuhan rumah tangga akan tetap diizinkan dan dijaga. Toko-toko boleh buka, pedagang kecil yang menjajakan dagangan kemungkinan masih diizinkan.

Namun pasar atau mall yang menyebabkan orang ramai berkumpul akan diatur. Karena itu peluang yang terbuka adalah menjual sembako serta kebutuhan rumah tangga (toiletteries) seperti sabun, odol, bahan pencuci, dll.

Jaringan Hulu ke Hilir

Mampukah kita membuat jaringan hulu ke hilir dalam bidang ini Apakah suplai, manufaktur, logistik dan retail dapat dipelihara agar tetap merupakan mata rantai yang aktif? Apakah digitalisasi dapat menggalakkan penjualan online? Apakah pedagang keliling dapat diperbanyak sehingga warga tak perlu ke pasar atau mall? Apakah harga dapat dipertahankan agar tidak melonjak?

Semua ini menjadi PR kita dan hendaknya secepatnya kita sudah dapat menghasilkan konsep yang dapat dijalankan untuk menolong saudara kita UMKM dan buruh lepas.

Oleh : Samsuridjal Djauzi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *